HUBUNGAN BEBAN FISIK DENGAN KEJADIAN GOTRAK PADA TKBM PELABUHAN DI PELABUHAN PEKANBARU
By MILDA HASTUTY S.ST, M.Kes
01 Feb 2026
HUBUNGAN BEBAN FISIK DENGAN KEJADIAN GOTRAK PADA TKBM PELABUHAN DI PELABUHAN PEKANBARU
GOTRAK adalah semua gangguan kesehatan dancedera yang mengenai sistem gerak tubuh yang disebabkan atau diperberat oleh berbagai faktor risiko pekerjaan dan/ atau lingkungan kerja. Sekitar 15-25% ditemukan GOTRAK pada pekerja di Indonesia, dikarenakan perbedaan jenis pekerjaan paparan beban kerja,masa kerja sertakondisiergonomiditempatkerja.PenelitianinibertujuanuntukmengetahuihubunganantaraBebanFisik, Masa Kerja, IMT dan Umur dengan Kejadian GOTRAK pada TKBM Pelabuhan di Pelabuhan Pekanbaru. Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik observasional dengan jenis desain studi penampang analitik. Sampel yang diambil adalah 126 pekerja yaitu seluruh populasi. Data primer dikumpulkan dengan cara observasional langsung, wawancara dengan menggunakan kuesioner, pengukuran berat beban dengan RWL dari NIOSH dan BRIEF Survey. Dilakukan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan multiple regresi analitik. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara Beban Fisik dengan Kejadian GOTRAK pada TKBMPelabuhan(p=0.000),POR=21.219(95%CI:7.930–56.776).MasakerjaConfoundingdenganbeban fisik. Tidak ada hubungan IMT dan Umur dengan kejadian GOTRAK. Beban fisik ? 25 kg dengan PBM yang tidak benar berpengaruh terjadinya GOTRAK dibandingkan dengan beban fisik < 25 kg. Direkomendasikan kepada K-TKBM untuk mengikutsertakan anggota TKBM dalam Pelatihan PBM agar dapat mengurangi terjadinya GOTRAK