Research

  • Published Date: 27 Sep 2021
  • Modified Date: 27 Sep 2021

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DAN STATUS EKONOMI DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE PADA SAAT PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA UPT BLUD PUSKESMAS RUMBIO

By. FITRI APRIYANTI S.ST, M.Keb

Kehamilan merupakan suatu kondisi atau keadaan fisiologis, namun dapat berubah menjadi kehamilan patologis (Walyani, 2015). Patologi pada kehamilan merupakan suatu gangguan komplikasi atau penyulit yang menyertai ibu saat hamil (Sukarni & Wahyu, 2015). Ibu hamil dapat mengalami resiko tinggi atau komplikasi obstetrik yang dapat membahayakan kehidupan ibu dan janin, sehingga dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas (Prawirohardjo, 2014). Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 830 wanita meninggal akibat komplikasi kehamilan dan melahirkan di dunia setiap harinya. Diperkirakan bahwa pada tahun 2015, sekitar 303.000 perempuan meninggal selama dan setelah kehamilan dan persalinan.

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan angka kematian ibu yang masih tinggi. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2015 angka kematian ibu sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup (Kementerian Kesehatan, 2019).

Angka Kematian Ibu (AKI) saat ini masih jauh dari target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Development Goals (SDGs) yakni 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Pemerintah Indonesia telah melaksanakan program Safe Motherhood yang terdiri dari 4 pilar untuk mengurangi AKI. Salah satu pilar Safe Motherhood tersebut adalah pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care (ANC) (Prawirohardjo, 2014).

Antenatal Care (ANC) merupakan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan untuk memeriksa keadaan ibu dan janin secara berkala yang diikuti dengan upaya koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan (Rukiah & Yulianti, 2014). Pada hakikatnya pemeriksaan kehamilan bersifat Preventif Care yang bertujuan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan bagi ibu dan janin (Purwaningsih & Fatmawati, 2010).

Cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil kunjungan kehamilan pertama (K1) di Indonesia tahun 2018 yaitu sebesar 95,65% dan kunjungan kehamilan keempat (K4) sebesar 88,03%. Sedangkan cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil K1 di Provinsi Riau tahun 2018 sebesar 84,85% dan cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil K4 sebesar 74,81% (Kementerian Kesehatan, 2019).

Nurjasmi (2020) , mengungkapkan data pelayanan ANC dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) mengalami penurunan jumlah pasien dari bulan Januari 2020 ke bulan April 2020. Kunjungan K1 pada bulan Januari sebanyak 76.878 menurun pada bulan April dengan jumlah kunjungan 59.326. Begitu juga dengan kunjungan K4 pada bulan Januari sebanyak 57.166 menurun pada bulan April dengan jumlah kunjungan 50.767. Hal ini disebabkan karena saat ini di Indonesia sedang merebaknya Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Menurut United Nations Children’s Fund (UNICEF) prosentase ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan selama pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) berhenti sebanyak 46% pada pelayanan posyandu, sedangkan di pelayanan puskesmas terjadi gangguan pada pelayanan keluarga Berencana, MTBS , dan layanan pencegahan HIV, serta pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (Kemenkes dan UNICEF, 2020).

Selama pandemi COVID-19, WHO (2020) merekomendasikan pelayanan kesehatan ibu hamil dilakukan minimal 2 kali selama masa kehamilan yaitu kunjungan wajib pertama pada trimester pertama untuk melakukan skrining faktor risiko dan kunjungan wajib kedua pada trimester ketiga untuk persiapan persalinan dan sisanya dapat dilakukan jika ibu hamil mengalami atau merasakan kondisi yang memburuk.

Berdasarkan hasil Kemenkes RI tahun 2019, Provinsi Riau memiliki angka cakupan ANC sebesar 87,2%, dimana menduduki urutan ke 14 terendah angka cakupan ANC. Menurut data Dinas Kabupaten Kampar pencapaian K1 dan K4 pada tahun 2020 masih dibawah target Standar Pelayanan Minimal (SPM) dengan angka cakupan 100%. 31 Puskesmas di Kabupaten Kampar tercatat Puskesmas Rumbio Jaya merupakan wilayah kerja dengan pencapaian K4 dibawah target SPM yaitu 73,1%. Rendahnya cakupan K4 di wilayah kerja Puskesmas Rumbio Jaya ini terkait dengan terjadinya virus Covid 19 yang terjadi saat ini (Profil Kampar, 2020).

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar  tentang angka cakupan ANC terjadi penurunan jumlah kunjungan ke layanan pemeriksaan kehamilan pada K1 dan K4. Yaitu pada tahun 2019 K1 92,90% dan K4 88 %.  Sedangkan pada tahun 2020 K1 menjadi  89,4 %  dan  K4 menjadi  84,8 % ( Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, 2020).