Research

  • Published Date: 04 Oct 2021
  • Modified Date: 04 Oct 2021

Perbedaan Derajat Ruptur Perineum Pada Ibu Bersalin Antara Posisi Meneran Miring Dan Posisi Meneran Setengah Duduk

By. ERLINAWATI S.ST, M.Keb

Ruptur perineum merupakan robekan pada perineum yang terjadi sewaktu persalinan dan disebabkan oleh beberapa faktor antara lain posisi persalinan, cara meneran, pimpinan persalinan dan berat badan bayi baru lahir. Meneran dengan posisi miring dapat mengurangi resiko terjadinya ruptur perineum, sedangkan meneran dengan posisi setengah duduk resiko terjadinya ruptur perineum lebih besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan derajat ruptur perineum pada ibu bersalin antara posisi meneran miring  dan posisi meneran setengah duduk.

Jenis penelitian analitik komparatif observasional pada 2 kelompok tidak berpasangan dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di BPM Lini, BPM Ernawati dan BPM Dameria Wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang Kabupaten Kampar, penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei tahun 2021.  Populasi adalah seluruh ibu bersalin normal dengan jumlah sampel 30 ibu bersalin, terdiri dari 2 kelompok sampel yaitu; 15 ibu bersalin dengan posisi meneran miring dan ; 15 ibu bersalin dengan posisi meneran setengah duduk. Alat ukur penelitian menggunakan lembar obsevasi.

Hasil penelitian median derejat ruptur perineum pada ibu bersalin dengan posisi meneran miring (median 1) lebih rendah dari pada kelompok posisi meneran setengah duduk (median 3). Secara statistik terdapat perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok tersebut.

                Saran bagi bagi dokter dan bidan agar dapat memberikan dukungan pada ibu bersalin dalam pemilihan posisi meneran, khususnya posisi meneran miring untuk mencegah ruptur perineum saat persalinan.