Research

  • Published Date: 30 Jul 2021
  • Modified Date: 30 Jul 2021

ANALISIS KETERBACAAN BUKU TEKS SISWAKELAS IV PADA TEMAIDENGAN MENGGUNAKAN GRAFIK FRY

By. PUTRI HANA PEBRIANA S.Pd, M.Pd

Berdasarkan uraian sebelumnya, dapat ditarik beberapa simpulan terkait dengan hasil kajian keterbacaan teks pada buku model Bahasa Indonesia Tematik SD kelas tinggi Kurikulum 2013 sebagai berikut: Pertama, tingkat keterbacaan teks buku model bahasa Indonesia tematik SD kelas tinggi Kurikulum 2013 hampir sebagian besar (>80%) kurang sesuai dengan jenjang kognisi siswa berdasarkan analisis grafik Fry. Pada buku tematik kelas IV Tema I SD Kurikulum 2013, dari 15 teks hanya ada 2 teks (13,3%) saja yang tingkat keterbacaannya sesuai dengan jenjang kognisi siswa. Selebihnya, 13 teks (86,6%) tidak sesuai dengan jenjang kognisi siswa. Hal ini membuktikan bahwa tingkat keterbacaan teks pada buku model bahasa Indonesia SD Kelas IV Kurikulum 2013 belum mendapatkan perhatian. Padahal, aspek keterbacaan merupakan salah satu aspek yang dipertimbangkan dalam penilaian buku teks oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemdikbud. Teks atau materi ajar yang tingkat keterbacaannya tidak atau kurang sesuai dengan jenjang kognisi siswa tentu saja akan mempengaruhi kemampuan siswa dalam memahami pesan atau informasi yang terdapat dalam teks. Apalagi jika tingkat keterbacaan teks atau materi ajar tersebut jauh di atas tingkat keterbacaan yang seharusnya. Hal ini juga akan berdampak pada minat dan motivasi siswa dalam membaca. Teks  atau materi ajar yang memiliki tingkat keterbacaan terlampau sulit tentu akan membuat motivasi dan minat membaca siswa menurun.