Research

  • Published Date: 09 Sep 2023
  • Modified Date: 09 Sep 2023

ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD BANGKINANG KABUPATEN KAMPAR

By. SYUKRIANTI SYAHDA S.ST, M.Kes

Berat badan lahir merupakan indikator status kesehatan jangka pendek dan jangka panjang bayi baru lahir. Diperkirakan 15 hingga 20% bayi baru lahir di dunia mengalami BBLR, yang berarti lebih dari 20 juta kelahiran per tahun. Di Indonesia dari seluruh kematian neonatus yang dilaporkan, 72,0% (20.266 kematian) terjadi pada usia 0-28 hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Bangkinang. Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik dengan jenis case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh seluruh bayi baru lahir tahun 2022 sebanyak 124 orang dengan jumlah sampel 124 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Hasil penelitian yang didapatkan adalah terdapat hubungan usia (pvalue : 0,009), paritas (pvalue : 0,000), preeklamsia (pvalue : 0,010) dan anemia (pvalue : 0,000) dengan kejadian BBLR. Sementara itu untuk variabel pekerjaan tidak terdapat hubungan (pvalue : 0,445) dengan kejadian BBLR. Diharapkan sebaiknya ibu dapat merencanakan kehamilan dalam rentang usia 20-35 tahun, paritas 1-3, dan rajin memeriksakan kehamilannya secara teratur.

 

Kata Kunci : BBLR, Usia, Pekerjaan, Paritas, Preeklamsi, Anemia