Research

  • Published Date: 17 Feb 2024
  • Modified Date: 17 Feb 2024

PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS X

By. ASTUTI S.Pd, M.Pd

Peneliti melakukan observasi kembali terhadap proses pembelajaran dan menemukan bahwa ada kesulitan yang dihadapi oleh guru, yakni dalam pembuatan instrumen penilaian. Menurut Makmur (2012), dalam konteks ini, guru mengalami kendala dalam menyusun instrumen penilaian yang efektif untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Temuan ini didasarkan pada hasil wawancara di sebuah sekolah menengah atas di Bangkinag, yang menunjukkan bahwa sebagian besar guru kesulitan dalam membuat instrumen penilaian untuk mengevaluasi hasil belajar siswa. Kenyataannya, banyak guru hanya mengandalkan soal-soal yang terdapat dalam modul atau buku yang diberikan kepada siswa sebagai sumber evaluasi di akhir setiap pembelajaran. Akibatnya, kualitas instrumen penilaian menjadi kurang optimal. Kendala ini disebabkan oleh keterbatasan soal-soal dalam buku siswa, yang terfokus pada ranah kognitif dan terbatas pada tingkat pengetahuan (C1) dalam Taksonomi Bloom Revisi. Hal ini menyebabkan siswa cenderung terbiasa mengerjakan soal-soal dengan tingkat pemikiran yang rendah. Selain itu, penekanan pada ranah kognitif saja tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81A Tahun 2013 Pasal 1 tentang Implementasi Kurikulum. Pasal ini menegaskan bahwa kompetensi kelulusan harus mencakup sikap spiritual (KI 1), sikap sosial (KI 2), pengetahuan (KI 3), dan keterampilan (KI 4). Oleh karena itu, Suarsih (2020) berharap agar guru mampu melakukan penilaian yang komprehensif dan berkesinambungan, melibatkan semua aspek kompetensi untuk memantau perkembangan siswa secara holistik.