Research

  • Published Date: 21 Aug 2025
  • Modified Date: 21 Aug 2025

STUDI KERAGAMAN KIJING (Pilsbryoconcha exilis) ASAL SUNGAI KAMPAR

By. Dr. SYAMSUL BACHRY. H S.Si, M.Si

Sungai Kampar, yang mengalir melalui Provinsi Riau, Indonesia, merupakan salah satu ekosistem perairan tawar yang vital dengan keanekaragaman hayati tinggi. Di dalamnya, kijing (Pilsbryoconcha exilis) adalah salah satu bivalvia air tawar penting yang berperan ekologis sebagai bioindikator kualitas air. Kemampuannya menyaring partikel menunjukkan perannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem sungai. Keberadaan dan kelimpahan populasi kijing mencerminkan kondisi kesehatan perairan tempatnya hidup. Sungai Kampar merupakan suatu perairan yang memiliki keberagaman sumber daya perikanan salah satunya adalah kerang air tawar atau Kijing. Kijing salah satu sumber daya perikanan yang memiliki potensi untuk pengembangan. Kijing juga memiliki nilai ekonomi signifikan bagi masyarakat lokal sepanjang Sungai Kampar. Kijing menjadi sumber pangan alternatif dan komoditas perikanan rakyat. Penangkapan kijing telah lama menjadi mata pencarian sebagian besar penduduk lokal, baik untuk konsumsi pribadi maupun dijual di pasar tradisional. Peningkatan permintaan pasar, baik lokal maupun regional, telah mendorong intensitas penangkapan yang lebih tinggi. Namun, penangkapan yang tidak terkontrol menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keberlanjutan populasi kijing di masa depan. Pelaporan studi keberadaan Kijing saat ini masih kurang. Oleh karena itu, studi keragaman kijing perlu di lakukan khususnya di sungai Kampar Desa limau manis. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 130 individu Kijing (Pilsbryoconcha Exilis) dengan tingkat kepadatan yaitu titik lokasi I (30 Individu), titik lokasi II (60 Individu), titik lokasi (40 Individu). Pola sebaran dari kerang kijing dari pengamatan menunjukan mengelompok. Substrat dari tiga lokasi menunjukan perairan bebatuan, perairan lumpur berpasir dan perairan bebatuan. Kelompok kijin di temukan yang memiliki jumlah banyak pada titik lokasi II dengan substrat berlumpur-pasir.