Kerbau (Bubalus bubalis) merupakan salah
satu komoditas ternak penting di Indonesia, terutama dalam sistem pertanian dan
ketahanan pangan di pedesaan. Padang penggembalaan merupakan sumber utama
hijauan pakan kerbau pada sistem pemeliharaan ekstensif. Namun, produktivitas
hijauan pakan di lahan penggembalaan di Kabupaten Kampar dinilai belum optimal
karena kualitas tanah yang rendah dan tekanan pemanfaatan yang tinggi, sehingga
kapasitas dukung pakan alami belum mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ternak
secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif
kuantitatif dengan pendekatan analisis vegetasi. Identifikasi hijauan dilakukan
untuk spesies hijauan pada lahan penggembalaan. Komposisi botani hijauan di lokasi penelitian terdiri
atas tiga kelompok utama, yaitu rumput, leguminosa, dan rumba (gulma berdaun
lebar). Kelompok rumput didominasi oleh Lolium sp. dan Eleusine
indica yang berpotensi sebagai sumber hijauan utama karena produktivitas
dan tingkat kecernaan yang relatif baik, terutama pada fase vegetatif muda.
Kelompok leguminosa hanya diwakili oleh Gliricidia sepium, yang memiliki
kandungan protein kasar tinggi dan berperan sebagai sumber nitrogen bagi
mikroba rumen, sehingga penting sebagai pelengkap hijauan rumput. Kelompok rumba meliputi Alternanthera sessilis,
Melastoma malabathricum L., dan Leucas zeylanica (L.) R.Br., yang
menunjukkan potensi sebagai hijauan alternatif.