Research

  • Published Date: 09 Aug 2021
  • Modified Date: 09 Aug 2021

HUBUNGAN LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA KUOK WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUOK TAHUN 2021

By. SYAFRIANI S.KM, M.Kes

ABSTRAK

 

Penyakit diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada masyarakat di Indonesia yang merupakan salah satu penyebab kematian kedua terbesar pada balita dan anak-anak. Di Indonesia, sekitar 162 ribu Balita dan anak-anak meninggal setiap tahunnya atau sekitar 460 balita dan anak-anak perharinya. Wabah diare sering melanda masyarakat Indonesia, karena Indonesia merupakan daerah endemis diare yang disebabkan oleh perubahan iklim dan kesehatan lingkungan yang kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lingkungan rumah dengan kejadian diare pada balita. Desain penelitian dengan menggunakan desain penelitian crossectional dengan jumlah sampel sebanyak 60 rumah yang ibu-ibunya dapat dijadikan sebagai responden. Hasil penelitian terhadap 60 ibu diperoleh kesimpulan bahwa kondisi lingkungan tidak sehat terdapat 32 rumah (53,3%), lingkungan sehat sebanyak 28 rumah (46,7%). Untuk kejadian diare sebanyak 20 orang (33,3%) dan yang tidak mengalami diare sebanyak 40 orang (66,7%). Uji statistik Chi Square untuk melihat hubungan  lingkungan dengan kejadian diare terbukti bermakna secara statistik dengan p value = 0,001. Bagi petugas kesehatan perlu meningkatkan kewaspadaan dini terhadap kejadian diare, perbaikan kualitas air dan peningkatan program penyehatan lingkungan rumah menjdai hal yang sangat penting, bagi masyarakat hendaknya selalu melakukan perbaikan sanitasi lingkungan pada anggota keluarga agar pencegahan terhadap kejadian penyakit khususnya diare dapat teratasi. Keluarga diharapkan aktif mencari informasi dari pelayanan kesehatan terdekat dan berbagai media serta perlunya kesadaran yang tinggi dalam mencegah penyakit Diare.

 

 

Daftar Bacaan:  15 (2003-2015)

Kata Kunci : Lingkungan Rumah, Diare.