Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat budaya membaca siswa Sekolah Dasar di Kampar melalui Program “Sudut Sastra Anak” berbasis cerita rakyat lokal. Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca siswa serta terbatasnya akses terhadap bacaan sastra anak yang kontekstual. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan sekolah, pengembangan sudut literasi berbasis cerita rakyat Kampar, pelaksanaan kegiatan storytelling dan membaca bersama, pendampingan guru dalam integrasi pembelajaran sastra lokal, serta evaluasi program secara kualitatif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa keberadaan sudut sastra mampu meningkatkan antusiasme siswa terhadap aktivitas membaca, memperkuat kemampuan berbahasa melalui kegiatan menceritakan kembali, serta menanamkan nilai karakter yang terkandung dalam cerita rakyat. Program ini juga memberdayakan guru sebagai fasilitator literasi budaya dan menciptakan ekosistem literasi sekolah yang lebih kolaboratif. Dengan demikian, “Sudut Sastra Anak” menjadi model penguatan literasi yang tidak hanya meningkatkan keterampilan membaca, tetapi juga melestarikan identitas budaya lokal siswa Kampar.