Penerapan Prinsip Mashrabiya (Kisi-kisi) dalam Arsitektur Tropis Modern untuk Pendinginan Pasif yang Hemat Energi
By Ir. HANANTATUR ADESWASTOTO S.T, M.T
23 Jan 2026
Penerapan Prinsip Mashrabiya (Kisi-kisi) dalam Arsitektur Tropis Modern untuk Pendinginan Pasif yang Hemat Energi
Meningkatnya ketergantungan pada sistem pendinginan aktif yang intensif energi dalam arsitektur tropis modern menghadirkan tantangan signifikan bagi pembangunan berkelanjutan. Strategi desain tradisional dan vernakular, seperti Mashrabiya Islami (layar kisi-kisi berornamen), menawarkan prinsip-prinsip yang telah teruji waktu untuk mitigasi iklim pasif yang sebagian besar belum dieksplorasi dalam ilmu bangunan kontemporer. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi secara kuantitatif efektivitas pengintegrasian fasad bangunan yang terinspirasi Mashrabiya sebagai strategi pendinginan pasif untuk mengurangi perolehan panas matahari dan meningkatkan kenyamanan termal di bangunan tropis modern. Metodologi kuantitatif berbasis simulasi digunakan. Dengan menggunakan perangkat lunak simulasi kinerja bangunan (EnergyPlus), prototipe bangunan kantor kontemporer di iklim tropis panas dan lembap dimodelkan. Beberapa desain fasad yang menggabungkan pola, porositas, dan material Mashrabiya yang berbeda disimulasikan dan dibandingkan dengan dinding tirai kaca konvensional sebagai acuan. Indikator kinerja utama meliputi suhu operatif dalam ruangan, transmisi radiasi matahari, dan kebutuhan energi pendinginan tahunan. Temuan menunjukkan bahwa fasad dengan desain yang terinspirasi Mashrabiya yang dioptimalkan secara signifikan meningkatkan kinerja bangunan. Desain layar berkinerja terbaik mengurangi perolehan panas matahari langsung hingga 55% dan menurunkan konsumsi energi pendinginan tahunan lebih dari 25% dibandingkan dengan kondisi dasar, sambil tetap mempertahankan tingkat pencahayaan alami yang cukup. Penerapan prinsip Mashrabiya merupakan strategi desain pasif yang sangat efektif dan layak untuk arsitektur tropis modern. Penelitian ini menegaskan bahwa penafsiran ulang elemen arsitektur tradisional menawarkan jalur yang selaras secara budaya dan berkelanjutan untuk menciptakan bangunan yang hemat energi dan nyaman.