Inferential comprehension is a critical component of upper-elementary reading literacy because it requires students to integrate explicit textual information with prior knowledge in order to construct implied meaning. However, classroom reading instruction often remains focused on literal understanding, limiting students’ opportunities to practice drawing inferences, interpreting characters’ motives, and establishing causal coherence across a text. This study aimed to examine the effectiveness of dialogic read-aloud in improving fifth-grade students’ inferential comprehension. A classroom-based quasi-experimental design was employed using a pretest–posttest comparison between an experimental group and a control group. The study was conducted with Grade 5 students in two public elementary schools—SDN 006 and SDN 004 Langgini, Bangkinang. The intervention implemented dialogic read-aloud through narrative/children’s literature texts accompanied by open-ended prompts, prediction, clarification, and elaborative feedback, while the control group received conventional reading instruction. The findings indicate that students exposed to dialogic read-aloud demonstrated stronger gains in inferential comprehension than those in the control condition, reflected in improved ability to generate inferences, justify interpretations of characters’ actions, and articulate moral messages in an evidence-based manner. These results suggest that dialogic read-aloud is a promising instructional approach for enhancing higher-order reading literacy and strengthening Indonesian language instruction in upper elementary classrooms.
Keywords: dialogic read-aloud; inferential comprehension; elementary school
ABSTRAK
Pemahaman inferensial merupakan komponen kunci literasi membaca pada kelas atas sekolah dasar karena menuntut siswa mengintegrasikan informasi eksplisit dengan pengetahuan awal untuk menangkap makna tersirat teks. Namun, praktik pembelajaran membaca di kelas sering masih berorientasi pada pemahaman literal sehingga siswa kurang terlatih menyimpulkan pesan implisit, menafsirkan motivasi tokoh, dan membangun hubungan sebab–akibat dalam bacaan. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas strategi membaca nyaring dialogis terhadap pemahaman inferensial siswa kelas 5 sekolah dasar. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen berbasis kelas dengan pengukuran pretest–posttest pada
20
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950 Volume 11 Nomor 01, Maret 2026
kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas 5 di SDN 006 dan SDN 004 Langgini, Bangkinang. Intervensi membaca nyaring dialogis dilakukan melalui pembacaan teks naratif/sastra anak yang disertai pertanyaan terbuka, prediksi, klarifikasi, dan elaborasi respons siswa, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran membaca konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang mengikuti membaca nyaring dialogis memperlihatkan peningkatan pemahaman inferensial yang lebih kuat dibanding kelompok kontrol, ditandai oleh kemampuan siswa yang lebih baik dalam menarik inferensi, menjelaskan alasan tokoh, serta merumuskan pesan moral secara argumentatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa membaca nyaring dialogis dapat direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran Bahasa Indonesia untuk memperkuat literasi tingkat tinggi dan kualitas pembelajaran membaca di kelas 5 sekolah dasar.
