Pelatihan-pelatihan yang
selama ini diikuti kepala sekolah dan guru tidak berdasarkan kebutuhan kepala
sekolah dan guru, terdapat ketidaksesuaian pelatihan-pelatihan yang selama ini
diikuti kepala sekolah dan guru terhadap kebutuhan nyata mereka di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis
secara kuantitatif tentang kebutuhan pelatihan apa yang dibutuhkan kepala
sekolah dan guru di sekolah dasar. Metode penelitian yang diadopsi metode
deskriptif kuantitatif, dimana jumlah sampel terdiri atas 10 orang kepala
sekolah tingkat sekolah dasar dan 12 orang guru kelas. Instrumen
yang digunakan berupa lembar kebutuhan pelatihan kepala sekolah dan guru. Temuan
penelitian menunjukan kepala sekolah dan guru kelas membutuhkan pelatihan tentang deep
learning sebesar 27,22% dan pembentukan komunitas guru mata pelajaran bahasa
Inggris di sekolah dasar sebesar 20,50%. Pelatihan terkait deep learning
dan pembentukan komunitas guru mata pelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar
harus segera dilakukan melalui pengoptimalan kelompok kerja guru.